Official Website of Associaton of Indonesian Students in Russia
<

Mengenal Covid-19

Mengenal CORONA

Coronavirus atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus merupakan virus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19. Virus ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Mengenal COVID-19

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Penyakit Covid-19 pertama kali terjadi di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir bulan Desember tahun 2019. Pada tanggal 11 Maret 2020 World Health Organization (WHO) telah menetapkan status pandemi Covid-19 dikarenakan penyebaran virus ini yang begitu cepat dan luas hingga ke wilayah yang jauh dari pusat wabah. Pandemi merupakan epidemik penyakit yang menyebar di wilayah yang sangat luas secara geografis, mencakup lintas benua atau global. Pandemi ditetapkan apabila memenuhi tiga kondisi: munculnya penyakit baru dan orang-orang tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut, menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit berbahaya, serta penyakit tersebut dapat menyebar dengan mudah dan berkelanjutan antar-manusia.

Mengenal masa inkubasi COVID-19

Masa inkubasi adalah jangka waktu antara terjangkit virus dan munculnya gejala penyakit. Pada umumnya masa inkubasi COVID-19 diperkirakan berkisar dari 1 hingga 14 hari, umumnya sekitar lima hari.

Mengenal Gejala COVID-19

Orang-orang dengan COVID-19 memiliki berbagai gejala yang dilaporkan - mulai dari gejala ringan hingga penyakit parah. Gejala-gejala ini dapat muncul 2-14 hari setelah terpapar virus:

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Napas pendek atau sulit bernapas
  4. Panas dingin
  5. Bergetar berulang kali dengan menggigil
  6. Nyeri otot
  7. Sakit kepala
  8. Sakit tenggorokan
  9. Kehilangan rasa atau bau bau

Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tetap merasa sehat. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 6 orang yang terjangkit COVID-19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas.

Orang-orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes, punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Mereka yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas sebaiknya mencari pertolongan medis.

Mengenal Bagaimana Penyebaran Virus CORONA

Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah penyakit COVID-19. Cara terbaik untuk mencegah penyakit adalah dengan menjaga diri untuk tidak terinfensi virus ini. Virus Corona dapat menyebar dari orang ke orang yang dimana cara utama penyebaran penyakit ini adalah melalui percikan liur ke saluran pernapasan yang dihasilkan saat batuk, sehingga virus ini bukan merupakan airbone disease. Cara penyebaran virus dapat melalui :

  • Antara orang yang bersentuhan erat satu sama lain (dalam jarak sekitar 6 kaki).
  • Melalui percikan air liur ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.
  • Percikan air liur ini dapat mengenai mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru.
  • Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa COVID-19 juga dapat disebarkan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala.
  • Penyebaran COVID-19 di Russia-Indonesia
    Russia

    Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah penyakit COVID-19. Cara terbaik untuk mencegah penyakit adalah dengan menjaga diri untuk tidak terinfensi virus ini. Virus Corona dapat menyebar dari orang ke orang yang dimana cara utama penyebaran penyakit ini adalah melalui percikan liur ke saluran pernapasan yang dihasilkan saat batuk, sehingga virus ini bukan merupakan airbone disease. Cara penyebaran virus dapat melalui :

  • Antara orang yang bersentuhan erat satu sama lain (dalam jarak sekitar 6 kaki).
  • Melalui percikan air liur ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.
  • Percikan air liur ini dapat mengenai mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru.
  • Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa COVID-19 juga dapat disebarkan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala.
  • Indonesia

    Kasus pertama yang terjadi di Tanah Air yang diumumkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada tanggal 02 Maret 2020, yang dimana dua pasien yang dilaporkan diduga tertular virus corona karena memiliki kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Hingga saat ini jumlah kasus yang terkonfirmasi per tanggal 07 Mei 2020 sebanyak 12.776 orang, dengan jumlah kematian 930 orang dan jumlah yang sudah dilakukan tes sebanyak 128.383 orang.

    Mengenal seberapa besar kemungkinan SAYA tertular.

    Risiko tertular tergantung lokasi tempat tinggal – lebih tepatnya, apakah sedang terjadi wabah COVID-19 di sana. Di sebagian besar lokasi, risiko tertular COVID-19 masih rendah. Namun, ada tempat-tempat (kota atau wilayah) di seluruh dunia di mana penyakit ini menyebar. Orang yang tinggal di atau mengunjungi wilayah-wilayah ini lebih berisiko tertular COVID-19. Pemerintah-pemerintah dan otoritas kesehatan mengambil tindakan tegas setiap kali kasus COVID-19 baru teridentifikasi. Patuhilah larangan-larangan perjalanan, pergerakan atau pertemuan dengan jumlah peserta yang besar yang diberlakukan di tempat Anda tinggal. Bekerja sama dengan upaya-upaya pengendalian penyakit akan menurunkan risiko tertular atau menyebarkan COVID-19.

    Mengenal Pencegahan COVID-19

    Pencegahan dapat dilakukan dengan cara :

    1. Cucilah tangan setelah melakukan aktivitas di luar maupun di dalam rumah dengan sabun dan air, atau bersihkan dengan cairan alcohol 70%. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik terutama setelah Anda berada di tempat umum. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Basuh semua permukaan tangan dan gosokkan semuanya sampai kering.
    2. Menjaga jarak minimal 1 meter setidaknya 6 kaki (sekitar 2 lengan) saat berada di sekitar orang lain atau di lingkungan yang terdapat orang yang batuk atau bersin. Menjaga jarak dari orang lain sangat penting bagi orang yang berisiko lebih tinggi untuk sakit parah
    3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.
    4. Tutupi mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
    5. Tetap di rumah jika merasa tidak sehat. Menghindari perjalanan yang tidak perlu, jauhi tempat-tempat ramai dan hindari pertemuan massal.
    6. Jangan merokok dan aktivitas lain yang melemahkan paru-paru
    7. Gunakanlah masker ketika harus pergi ke tempat umum, misalnya ke supermarket atau untuk mengambil kebutuhan lainnya. Gunakanlah masker kain dengan dilapisi tisu di dalamnya. JANGAN gunakan masker medis yang diperuntukkan bagi petugas kesehatan.
    Mengenal istilah OTG, ODP, PDP

    Tes cepat bertujuan untuk deteksi dini kasus COVID-19 sehingga pemerintah dapat melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk mencegah penyebaran virus. Tes cepat hanya untuk orang berisiko, yaitu yang pernah melakukan kontak dengan orang sakit COVID-19 atau pernah berada di negara/wilayah yang dengan penularan lokal dan memiliki gejala seperti demam atau gangguan sistem pernapasan (pilek/sakit tenggorokan/batuk).

    Jadi, tak perlu tes cepat jika kondisi tubuh sehat dan tak pernah kontak orang sakit COVID-19 atau berada di negara/ wilayah dengan penularan lokal COVID-19. Yang wajib mengikuti tes ada 3 kategori, yaitu OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Petugas Kesehatan yang menentukan statusnya.

  • OTG (Orang Tanpa Gejala) – yaitu mereka yang tidak menunjukkan gejala tetapi pernah melakukan kontak erat dengan orang positif COVID-19.
  • ODP (Orang Dalam Pemantauan) – yaitu: Orang demam (≥38oC), riwayat demam atau pilek/ sakit tenggorokan/ batuk; dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara/wilayah dengan penularan lokal atau melakukan kontak erat dengan orang sakit COVID-19 (terkonfirmasi ataupun probabel)
  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan) – Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu demam (≥38˚C) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala sakit pernapasan (batuk/ sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/ pneumonia ringan hingga berat) dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal.
  • Referensi Baca:
    1. https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    2. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/prevention.html
    3. https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public
    4. https://www.worldometers.info/coronavirus/
    5. https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19